dongeng monyet dan kura kura dalam bahasa sunda
Kurapura-pura mau dinikahkan dengan anak gadis petani. Dan monyet bersedia menggantikannya sebagai petani Hmm, sebuah dongeng keparat, mana ada monyet sebodoh itu." Monyet menatap kura-kura," kawan, aku tidak mau seperti monyet di dalam dongeng tersebut, mati sia-sia di ujung golok seorang petani mati sia-sia karena ketololannya
Kemudian Edy Sunardi (1996) dalam disertasinya, "Magnetic Polarity Stratigraphy of the Plio-Pleistocene Volcanic Rocks around the Bandung Basin, West Java, Indonesia", diketahui umur aliran lava di kaki Gunung Malabar, yaitu di tiga tempat di Gunung Koromong, Baleendah, hasilnya menunjukkan bahwa lava di sana berumur 3,40, 3,07, dan 2,87
Kata"anjing" dan "goblog" bagi orang Sunda udah kayak koma dan titik, harus ada untuk menegaskan perasaan. Itulah, beberapa contoh perumpamaan dalam bahasa Sunda yang bisa digunakan untuk mencela. Dengan mengetahui kata-kata tersebut, tentunya membantu orang-orang non-Sunda supaya lebih akrab dan dekat dengan teman Sunda.
DiJakarta, bahasa Sunda sering dilibatkan dalam percakapan antar warga. Beberapa kosakata mungkin masih terdengar asing bagi masyakarakat di luar Jawa Barat, salah satunya adalah kumaha. Jika diterjemahkan per kata, kumaha artinya bagaimana. Ini merupakan kata tanya sederhana untuk menanyakan suatu keadaan atau situasi.
Dongeng"Kura-kura dan Monyet yang Rakus" Dongeng ini berbentuk fabel. Fabel adalah dongeng yang menjadikan hewan sebagai tokohnya. Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu.
dongeng monyet dan kura kura dalam bahasa sunda